Pernyataan Sikap MY Esti Wijayati Atas SKB 3 Menteri

Penulis: Gaga Sallo

MY Esti Wijayati Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan sekaligus Pendiri & Pembina Gerakan Masyarakat Gotong-Royong Melawan Intoleransi (GEMAYOMI).
MY Esti Wijayati Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan sekaligus Pendiri & Pembina Gerakan Masyarakat Gotong-Royong Melawan Intoleransi (GEMAYOMI).

YOGYAKARTA, SURYAYOGYA.COM – Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan sekaligus pendiri & pembina Gerakan Masyarakat Gotong-Royong Melawan Intoleransi (GEMAYOMI) MY Esti Wijayati, memberikan pernyataan sikap atas Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri yakni Menteri Mendikbud Nadiem Makarim, Mendagri Tito Karnavian, dan Menag Yaqut Cholil Qoumas.

MY Esti Wijayati kepada Suryayogya.com Rabu (17/02/2021), dalam pernyataan sikapnya mengatakan bahwa:

  1. Pendidikan nasional yang diselenggarakan oleh pemerintah pusat maupun daerah sudah semestinya harus sejalan dengan Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD NKRI Tahun 1945 sebagai konstitusi negara, NKRI sebagai bentuk negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara. Oleh karena itu saya mengapresiasi tinggi atas keberadaan SKB 3 Menteri tersebut, karena telah memenuhi kriteria diatas, dan sesuai dengan UUD 1945 pasal 29 ayat 2: “Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.”
  2. Pernyataan SKB 3 Menteri pada diktum pertama sudah sangat jelas, yakni peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan di sekolah-sekolah negeri yang bukan berbasis kekhususan agama berhak memilih antara seragam dan atribut: a). tanpa kekhususan agama tertentu, atau b). dengan kekhususan agama tertentu. Hal ini menunjukkan bahwasanya peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan diberikan keleluasaan dalam hal penggunaan seragam dan atribut sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing tanpa adanya pemaksaan dari pihak sekolah. Seyogyanya agar SKB 3 Menteri ini dilaksanakan oleh seluruh sekolah negeri yang bukan berbasis kekhususan agama di Indonesia dari tingkat dasar hingga menengah.

BACA JUGA: