Kisah Ibu Armi si Penjual Buah Nangka, Tetap Bertahan Disituasi Pandemi Covid-19

Penulis: Gaga Sallo

Ibu Armi (58) warga Klaten,penjual buah nangka di sekitar jalan Timoho Yogyakarta. Foto: Gaga Sallo
Ibu Armi (58) warga Klaten,penjual buah nangka di sekitar jalan Timoho Yogyakarta. Foto: Gaga Sallo

YOGYAKARTA, SURYAYOGYA.COM – 15 tahun berjualan buah nangka di daerah Timoho Yogyakarta, rupanya tahun ini adalah pengalaman tahun terburuk ibu Armi (58) warga Klaten, berkisah bahwa sebelum pandemi Covid-19 melanda maka penjualan buah nangka biasa berkisar 30 buah perhari, namun kini hanya 2 buah perhari.

Lokasi yang strategis tepatnya berada di jalan Timoho dengan lapak yang diberi nama Arum Nangka Timoho tidak menjadi jaminan dalam berbisnis dimasa pandemi ini.

Berdomisili di Klaten Ibu Armi rela bolak-balik ke Jogja setiap hari hanya untuk menjajakan dagangannya demi bertahan hidup.

Menurut ibu Armi ketika disambangi Suryayogya.com di lapak jualannya, Senin (22/02/2021), menceritakan bahwa biasanya stok nangka didatangkan dari Merapi atau Jawa Timur, sekali ambil bisa 100 buah agar dapat menekan biaya transportasi karena jarak yang jauh.

BACA JUGA: 

Lebih lanjut dikatakan bahwa saat ini hanya bermodal keyakinan saja agar tetap bertahan walaupun situasi sangat tertekan dimasa pandemi ini.

“Saya berharap semoga virus ini cepat berlalu dan bisnis jualan nangka terus ada untuk menyambung kehidupan,” tutur ibu yang kini telah ditinggal pergi sang suami karena sakit jantung.

Nangka Ibu Armi kini dibandrol dengan harga Rp 10.000/ kg, namun jika tidak berada di musim panen maka dibandrol dengan harga Rp 25.000/ kg. (*)