Maling Madu di Progo Swalayan, Divonis Tujuh Hari Penjara

Penulis: Gaga Sallo

Susana sidang di Pengadilan Negeri Yogyakarta, dipimpin oleh Tri Rachmat Setijanta, SH., MH. Foto: Gaga Sallo
Susana sidang di Pengadilan Negeri Yogyakarta, dipimpin oleh Tri Rachmat Setijanta, SH., MH. Foto: Gaga Sallo

YOGYAKARTA, SURYAYOGYA.COM – Sidang kasus maling 14 botol madu di Progo Swalayan Malioboro dengan tersangka Betha Octasiah Tobing, warga Jakarta, kelahiran 25 Oktober 1995, alamat jalan Tanah Rendah 4 No. 17, RT 10, RW 05, Kelurahan Kampung Bali, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, berakhir dengan putusan 7 hari pidana penjara.

Sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Yogyakarta, dipimpin oleh Tri Rachmat Setijanta, SH., MH., sebagai hakim tunggal dan berjalan lancar.

Dalam keterangan terdakwa kepada hakim tunggal, dikatakan bahwa alasan mencuri madu di Progo Swalayan adalah untuk biaya ongkos pulang ke Jakarta, karena dompet beserta uangnya jatuh dan hilang.

BACA JUGA:

Barang bukti berupa madu yang dicuri di Progo Swalayan
Barang bukti berupa madu yang dicuri di Progo Swalayan

Menurut terdakwa 14 botol madu diambil pada Kamis (18/02/2021), sekira pukul 04.00 WIB. Rencananya madu-madu tersebut akan dijual dengan kisaran harga Rp 20.000/botol dari harga aslinya yaitu Rp 50.000/ botol.

Atas keterangan dari terdakwa dan saksi-saksi, maka hakim memutuskan pidana penjara selama tujuh hari, namun tuntutan pidana penjara tidak dijalankan sebagaimana mestinya.

Terdakwa saat ini hanya menjalankan tiga bulan masa percobaan, sehingga selama tiga bulan akan menjalankan wajib lapor agar dapat dipantau keberadaan dan aktivitasnya. (*)