Perkembangan Kasus Pembunuhan Dua Wanita di Kulonprogo

Penulis: Gaga Sallo

Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Yuliyanto/ foto: Gaga Sallo
Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Yuliyanto/ foto: Gaga Sallo

YOGYAKARTA, SURYAYOGYA.COM – Perkembangan kasus pembunuhan dua wanita di Kabupaten Kulonprogo yang menyeret satu orang teman laki-laki yang sama, hingga kini terus dikembangkan proses penyelidikan. Sampai saat ini diketahui motif dari tersangka membunuh dua wanita dengan durasi waktu yang berdekatan dengan cara diracun adalah faktor ekonomi.

Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Yuliyanto mengatakan bahwa hingga saat motif yang diperoleh adalah ekomomi, Selasa (06/04/2021).

Perkembangan ungkap kasus pembunuhan DSD dan TS diduga adanya faktor ekonomi, dilihat dari keinginan tersangka N.A.F memiliki barang korban.

Motor milik dari kedua korban diambil tersangka. Pertama, motor DSD dijual di wilayah Magelang, dan sampai saat ini motor masih dalam pencarian.

BACA JUGA: 

Kedua, motor milik TS juga dilarikan dan dititip di parkiran stasiun Wates dan sudah ditemukan.

Lebih lanjut dikatakan bahwa kedua korban dibunuh dengan cara yang hampir sama, yaitu diracun dengan cara minuman soda dicampur dengan obat sakit kepala.

Berdasarkan keterangan tersangka, minuman soda dicampur 3,5 tablet obat sakit kepala, sehingga membuat efek korban menjadi kejang-kejang dan tak berdaya, dan di saat itu juga kepala korban dibenturkan ke lantai yang mengakibatkan matinya korban dengan luka memar dan pendarahan bilik otak bagian kepala sisi belakang sehingga menyebabkan penekanan pusat pernafasan dan mati lemas (asfiksia).