Penyaluran Bantuan Korban Banjir di NTT Adonara Bermasalah, Harga Minyak Tanah Ikut Merengsek Naik

Penulis: Gaga Sallo

Koordinator Relawan Pancasila Sakti Bung Sila berada di lokasi banjir bandang dalam kegiatan misi kemanusiaan.
Koordinator Relawan Pancasila Sakti Bung Sila berada di lokasi banjir bandang dalam kegiatan misi kemanusiaan.

YOGYAKARTA, SURYAYOGYA.COM – Beberapa kendala saat ini pada lokasi bencana banjir bandang yang menimpa warga NTT, Kabupaten Flores Timur pulau Adonara adalah proses penyebaran bantuan yang datang dan kebutuhan yang sangat urgent seperti minyak tanah dan beberapa barang lainya.

Koordinator Relawan Pancasila Sakti Bung Sila yang di hubungi langsung oleh suryayogya.com pada Minggu (11/04/2021), menjelaskan bahwa saat ini konsentrasi bantuan hanya bertumpuk di 2 lokasi, yakni Waiwerang/ Waiburak dan Nelelamadike. Padahal mayoritas warga berdampak banjir bandang ada di kecamatan Wotan Ulumado, Adonara, Adonara Tengah dan Adonara Barat.

Kelangkaan minyak tanah dan akses sembako menjadi ancaman bagi warga berdampak banjir bandang di Adonara.

Berdasarkan data informasi para relawan di lapangan bahwa akses jalan putus total di beberapa desa di Kecamatan Adonara Barat dan Kecamatan Wotan Ulumado membuat warga kesulitan membeli sembako di pasar Waidawan, begitu pula kelangkaan minyak tanah membuat harga minyak tanah melambung tinggi dari Rp 6.000/ liter menjadi Rp 15.000/ liter.

BACA JUGA: 

Karolina Jari Bolen warga dusun Halinawa desa Watobaya kecamatan Adonara Barat kabupaten Flores Timur mengeluhkan akan hal ini. Menurut Ina Bolen (sapaannya) bahwa saat kami membutuhkan minyak tanah untuk penerangan karena listrik mati total sejak banjir bandang 4 April 2021. Begitu pula bahan sembako seperti beras, ujarnya.

Sementara Bung Sila koordinator Relawan Pancasila Sakti melaporkan data terkini bahwa kesulitan warga korban banjir bandang di beberapa titik di Adonara adalah sembako, BBM (minyak tanah, bensin dan solar), peralatan dapur, pakaian, terpal, tikar dan pakaian bayi.