3,6 Miliar, Masyarakat Kecamatan Doreng Keluarin Biaya Membeli Air Dikota Untuk Konsumsi, Jika Hutan Terus Gundul

Penulis : Gaga Sallo

Godfred Orindeod pemeran Film THE RAID, MESSAGE MAN (Australia) My Journey: Mencari Mata Air, FOXTROT SIX dan yang juga merupakan putra asli Desa Kloangpopot.
Godfred Orindeod pemeran Film THE RAID, MESSAGE MAN (Australia) My Journey: Mencari Mata Air, FOXTROT SIX dan yang juga merupakan putra asli Desa Kloangpopot.

YOGYAKARTA, SURYAYOGYA.COM – Dampak berlanjut dari resiko penembangan hutan secara liar, terjadi pada pengeluaran biaya masyarakat Kecamatan Doreng Kabupaten Sikka NTT guna memperoleh air bersih untuk konsumsi rumah tangga semakin mengkhawatirkan. Biaya Miliar mesti dikeluarkan oleh masyarakat jika ingin mendapatkan air bersih.

Hal ini diungkapkan oleh Godfred Orindeod pemeran Film THE RAID, MESSAGE MAN (Australia)
My Journey: Mencari Mata Air, FOXTROT SIX dan yang juga merupakan putra asli Desa Kloangpopot kepada suryayogya.com Selasa 31/05/2021 ketika dihubungi melalui telepon.

Dijelaskan bahwa Hutan dibabat dan diganti dengan tanam Vanili & Pala. Dalam setahun panen Vanili kemungkianan mendapatkan kurang lebih Rp. 10 juta Pala Rp. 5 juta.

.Baca : Kasus Penggundulan Hutan Di Kabupaten Sikka NTT, MAFI Indonesia Minta Pembekuan Ijin IUPHKM

.Baca : Gerak Cepat Babinsa dan Aparat Pemerintahan Desa Datangi Lokasi Perambahan Hutan Di Kecamatan Doren Sikka NTT

Jumlah Rp. 15 Juta. hanya untuk beberapa orang (perambah hutan) sekitar 34 KK untuk kasus dua desa yaitu Desa Kloangpopot dan Wolomotong.

Jika dijumlahkan maka menurut pelatih Tarung Derajat ini maka Rp 15 juta x 34 = Rp. 510 jt (pertahun).

Tapi resikonya hutan rusak, kesuburan tanah terkikis, sumber mata air mati, tanah rusak, kekeringan (dalam jangka waktu panjang bisa puluhan tahun).

Selama kekeringan dan sumber mata air mati, masyarakat mulai membeli air dari kota/pesisir menggunakan mobil tanki dengan harga Rp.600 ribu per mobil tangki yang dibawa dari kota menuju kedua desa tersebut.

Hal ini hampir semua Keluarga dan diambil contoh jika saja 500 KK saja, padahal jumlah KK mungkin jauh lebih banyak lagi.

Maka akan ditemukan 600.000 x 500 = Rp.300 juta /bulan kalau setahun = Rp.3,6 Milyar jika itu baru 500 KK, padahal jumlah KK diwilayah kecamatan Doren lebih banyak lagi dari itu.

Bandingkan kedua hitungan diatas. 34 KK mengejar Rp. 510 jt pertahun
tapi 500 kk mengeluarkan dana Rp. 3,6 Milyar pertahun untuk beli air dari pesisir karena kekeringan akibat hutan dirusak/dibabat oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab.

.Baca : Buntut Dari Perambahan Hutan Di Kecamatan Doreng Kabupaten Sikka NTT, Inilah Respon Tokoh Adat Dan Budaya

Dan perlu diketahui bahwa Rp. 510 juta itu hanya bertahan paling lama 5 tahun karena kesuburan tanah akan hilang akibat kekeringan.

Sedangkan Rp. 3,6 milyar pertahun itu akan berlangsung terus mungkin sepanjang masa.(*)

Editor : Sudianto Pane