Alasan Iseng, Tujuh Siswa SMP di Gunung Kidul Robek Bendera Merah Putih

7 siswa SMP di Gunung Kidul robek bendera merah putih

GUNUNG KIDUL, SURYAYOGYA.COM – Tujuh anak diringkus petugas Polsek Wonosari, Polres Gunungkidul, setelah melakukan perobekan bendera merah putih. Aksi vandalisme tersebut, sempat meresahkan warga Wonosari dan warga Karangmojo.

Dari hasil pemeriksaan awal, ketujuh anak ini melakukan perusakan terhadap bendera merah putih, karena iseng. Mereka merasa bosan karena tidak memiliki kegiatan selama belajar di rumah.

Penyidik Polsek Wonosari, masih mendalami motif pengrusakan bendera merah putih tersebut. Kejadian pengrusakan tersebut dilakukan di tiga wilayah selama tiga hari terakhir.

Baca juga: Wahyana Wasit Bulu Tangkis di Olimpiade Tokyo 2020 Mendapat Apresiasi Dari Bupati Gunung Kidul

Kejadian ini berawal ketika warga di Kecamatan Wonosari, dan juga Karangmojo, diresahkan dengan aksi terlepasnya bendera merah putih dan seluruh bendera yang dipasang di tengah jalan. Bendera-bendera itu dibiarkan tergeletak di tanah.

Salah seorang saksi, Imam Marwoto mengaku, warga Desa Karangmojo, yang geram dengan aksi pengrusakan tersebut, lantas melakukan penelusuran dan berhasil menangkap salah seorang pelaku pengrusakan, hingga akhirnya terungkap bahwa pelaku menjalankan aksinya bersama teman-teman lainnya.

Guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, petugas dari Polsek Wonosari langsung membawa ketujuh anak yang masih duduk di bangku SMP ini ke Polsek Wonosari, untuk dilakukan pendampingan serta digali motif pengrusakan bendera tersebut.

Baca juga: Sekitar 12.000 Nakes di Kota Yogyakarta Akan Mendapat Suntikan Vaksin Dosis Ketiga

Kanit Reskrim Polsek Wonosari, Iptu Sofyan Susanto menyebutkan, dari keterangan anak-anak tersebut, diketahui aksi pengrusakan dilakukan dengan cara menunggangi motor secara berboncengan menggunakan beberapa motor, lalu salah satu anak langsung menarik bendera merah putih yang berada di tiang hingga robek, dan membuangnya ke tanah berserakan.

“Sejauh ini belum ada motif kriminal yang dilakukan oleh ketujuh anak tersebut, dan dari hasil pemeriksaan awal tidak ditemukan adanya barang-barang berbahaya seperti narkoba maupun miras,” terangnya.

Para orang tua dari ketujuh anak tersebut, juga dipanggil ke Polsek Wonosari, untuk proses penyidikan dan pembinaan. Pihak kepolisian meminta kepada para orang tua untuk senantiasa mengawasi pergaulan anaknya, agar mereka tidak melakukan tindakan berbahaya dan dapat berujung pada tindakan kriminal. (*)

Sumber: sindonews.com