Buntut Kasus Nilai Palsu Ijazah, Kuasa Hukum Terdakwa: Kepala Sekolah Hendaknya Jadi Tersangka

Kuasa Hukum Supriyanto Odie Hudiyanto bersama Anton Bayu Samudra, S.H didampingi langsung oleh istri dari terdakwa mengatakan bahwa Suprianto jangan menjadi korban dalam proses penyelidikan penyidikan hingga tuntutan. Foto: Gaga Sallo
Kuasa Hukum Supriyanto Odie Hudiyanto bersama Anton Bayu Samudra, S.H didampingi langsung oleh istri dari terdakwa mengatakan bahwa Suprianto jangan menjadi korban dalam proses penyelidikan penyidikan hingga tuntutan. Foto: Gaga Sallo

YOGYAKARTA, SURYAYOGYA.COM– Sidang kasus nilai palsu ijazah SD Yogyakarta Independent School (YIS) yang menyeret bendahara sekolah, Surpriyanto (40) ke meja hijau terus bergulir.

Memasuki tahapan mengajukan nota Pembelaan (Pleidoi) yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Sleman Kamis 16/09/2021 kuasa hukum dari terdakwa Supriyanto, Odie Hudiyanto mengatakan bahwa Supriyanto tidak pernah menyuruh Anna Indah Sylvana untuk memasukan nilai agama dan PPKN ke dalam Ijasah SD atas nama Adelia Monique Kirana.

“Peristiwa hukum menyuruh memasukan nilai Agama dan PPKN di bulan oktober 2021 adalah tidak pernah ada alias ghoib karena Ijasah SD dengan nilainya termasuk nilai mata pelajaran Agama dan PPKN atas nama Adelia Monique Kirana Ebener sudah ditandatangani oleh Tri Hadiati selaku Kepala Sekolah SD Karitas pada bulan Juni
2016 dan nomornya terdaftar di Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga
Propinsi DI Yogyakarta di bulan Juni 2016,” ujarnya.

Lebih lanjut menurut Odie Hudiyanto jika kasus ini didalami benar-benar maka Kepala Sekolah SD Independent School (YIS) Orin Stephney mesti dijadikan tersangka karena semua tahapan proses adalah kewenangan kepala Sekolah, bukan kewenangan dari bendahara yang kini telah lima bulan ditahan.

BACA:Nyawa Bayi 7 Bulan Di Rohul Riau Melayang Secara Sadis, Hanya Gara-gara Sang Ibu Minta Air Minum

BACA:Berkat Biji Kopi dan Air Sumur Dua Anggota Polda DIY Berangkat Sekolah Perwira