Kejam, Ayah Kandung Setubuhi Dua Orang Anaknya Sejak SD

Penulis : Gaga Sallo

Iptu Yunanto Kukuh STrK, Kanit PPA Polres Sleman dalam konferensi pers di Polres Sleman Selasa 21/09/2021. Foto: Gaga Sallo
Iptu Yunanto Kukuh STrK, Kanit PPA Polres Sleman dalam konferensi pers di Polres Sleman Selasa 21/09/2021. Foto: Gaga Sallo

YOGYAKARTA, SURYAYOGYA.COM – Kisah tragis menimpah Y.E.P (18) dan Y.D.P (16) dua gadis kaka beradik ini harus menelan pil pahit sejak Sekolah Dasar karena perlakukan bejat dari S.D.N ayah kandungnya yang tegah melakukan perbuatan cabul hingga September 2021.

Hal ini dikatakan oleh Iptu Yunanto Kukuh STrK, Kanit PPA Polres Sleman dalam konferensi pers di Polres Sleman Selasa 21/09/2021.

Dijelaskan bahwa Tersangka S.N.D yang merupakan ayah kandung dari kedua korban telah melakukan perbuatan cabul sejak YEP berusia 11 tahun kelas 5 SD (2013) dan terakhir dilakukan hingga September 2021.

.Baca : Polres Sleman Salurkan Bantuan Tunai Kepada Pedagang Kaki Lima dan Pedagang Warung

.Baca : Tercatat 169 Korban Meninggal Dunia Dalam Lakalantas Selama Tahun 2020 Di Yogyakarta 

Sedangkan untuk korban YDP usia 10 tahun kelas 4 SD hingga September 2021.

Namun karena korban YDP sudah tidak tahan lagi dengan perlakuan dari ayah kandungnya saat hendak melakukan tindakan percabulan, maka YDP melakukan perlawanan dengan meneriakan suaranya agar terdengar oleh tetangga.

Digambarkan bahwa dalam perbuatan pelaku meramas-ramas kedua korban dengan waktu yang berbeda-beda.

“Ia saat melakukan pencabulan biasanya pelaku menunggu ketika ibu korban tidak ada di rumah ketika berjualan,” ujar Kukuh.

Diketahui pelaku saat melakukan aksinya dari 2013 hingga 2021 awal mulanya dengan meraba-raba alat vital korban dan hingga bersetubuh sembari menggunakan alat kontrasepsi agar korban tidak mengalami kehamilan.

Selain bersetubuh pelaku juga terkadang melakukan tindakan kekerasan dengan memukul dan mengancam korban agar tidak memberitahu kepada siapapun.

Atas perbuatan kejih pelaku diganjar dengan pasal 81 ayat 2 sub pasal 82 ayat 1 UU RI No 17 tahun 2016 tentang perubahan kedua UU No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan pidana minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara.

Editor : Sudianto Pane