Kasus Nilai Palsu, Bendahara SD YIS Divonis Bebas

Penulis: Gaga Sallo

Kuasa hukum dari Suprianto Odie Hudiyanto bersama team berada dalam ruangan sidang usai mendengarkan vonis bebas dari hakim terhadap Suprianto. Foto: Gaga Sallo

YOGYAKARTA, SURYAYOGYA.COM – Setelah melalui tahapan sidang yang panjang sampai Rabu (22/09/2021) akhirnya palu sidang dari hakim ketua Adhi Satrija Nugroho, SH., di Pengadilan Negeri (PN) Sleman diketok dengan hasil Surpriyanto (40) divonis bebas. Ruang sidang sebelumnya hening sontak terdengar suara tangisan haru dari peserta sidang yang berada didalamnya.

Putusan yang sangat membahagiakan bagi keluarga Surpriyanto terutama istri dari terdakwa yang setia mengikuti perkara dari awal ditahan hingga vonis putusan, menjadikan kado terindah buat keluarga kecilnya.

Baca juga: Fenomena Langka. Ikan Teri Merapat Ke Bibir Pantai Selatan DIY

Sebelumnya Surpriyanto dijerat dengan dakwaan Jaksa Penuntut Umum Pasal 266 ayat 1 dengan dugaan memasukan nilai palsu ke dalam ijazah yang otentik, dalam Perkara Nomor 288/Pid.B/VI/2021/PN Smn.

Hakim ketua Adhi Satrija dalam sidang putusan mengatakan bahwa Surpriyanto tidak terbukti bersalah atas tuduhan terhadap terdakwa.

Kuasa hukum dari Suprianto Odie Hudiyanto tampak meneteskan air mata

karena merasa haru terhadap proses pembelaan terhadap orang kecil yang terjerat hukum.

Baca juga: PPKM Level 3 DIY Diperpanjang Hingga 5 Oktober 2021

Diketahui bahwa Surpriyanto adalah bendahara sekolah dari SD Yogyakarta Independent School (YIS) yang dituduh menyuruh Anna Indah Sylvana untuk memasukan nilai agama dan PKN ke dalam Ijasah SD atas nama Adelia Monique Kirana.

Usai sidang kuasa hukum dari Suprianto Odie Hudiyanto kepada suryayogya.com mengatakan bahwa sangat kecewa dengan proses sesat di tingkat penyelidikan, penyidikan dan penuntutan. Padahal perkara yang didakwakan kepada Supriyanto adalah perkara yang ghoib, karena peristiwa hukumnya tidak pernah ada.

Odie Hudiyanto mengatakan usai sidang putusan bebas ini teamnya akan langsung menjemput Suprianto di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cebongan yang sejak lima bulan lalu ditahan. (*)