Anggota DPRD Kabupaten Sikka NTT Kritisi Biaya Wisuda Online Kampus UNIPA Hingga Rp 1,3 Miliar

Penulis: Gaga Sallo

Anggota DPRD Kabupaten Sikka, Wenseslaus Wege,S.Fil.

SIKKA, SURYAYOGYA.COM – Biaya wisuda online Universitas Nusa Nipa Maumere yang akan diselengarakan pada besok, Sabtu (02/09/2021) mencapai hingga Rp 1,3 miliar dari 700 mahasiswa/i. Hal ini mendapat respon serius dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sikka, Wenseslaus Wege, S.Fil.

Kepada suryayogya.com, Jumat (01/10/2021), Wenseslaus mengatakan bahwa biaya wisuda online hingga mencapai miliaran disaat pandemi Covid-19 akan membuat kesulitan bagi orang tua mahasiswa/i.

Dijelaskan sesuai data yang diperolehnya, bahwa untuk uang sewa toga mahasiswa diwajibkan bayar sekitar Rp 1.250.00/orang, sedangkan untuk biaya sertifikat komputer dan bahasa Inggris, wisudawan/i harus membayar Rp 700.000/orang.

Baca juga: BALAS DENDAM. Sekelompok Geng Motor Kembali Merusak Rumah Di Yogyakarta

Ia beranggapan sangat meragukan tentang skill dari mahasiswa/i yang tidak diutamakan dalam mendapatkan sertifikat, karena menurut anggota DPRD yang lihai dalam melafalkan bahasa adat ini,bahwa ada mahasiswa/i yang ikut kursus dua sampai tiga hari bahkan ada yang tidak ikut kursus pun mendapatkan sertifikat asal ada uang Rp 700.000.

“Jumlah wisudawan/wisudawati tahun ini ada sekitar 700-an lebih maka secara matematiknya kita bisa menghitung bahwa total pungutan dari manajemen pengelola keuangan perguruan tinggi Nusa Nipa Maumere kurang lebih sekitar Rp 1,3 miliar,” tegasnya.

Baca juga: UPDATE Aktivitas Gunung Merapi, 30 September 2021: 26 Kali Guguran Lava Pijar

Setelah mendapatkan data ini, dalam waktu dekat Wenseslaus akan melakukan pemanggilan terhadap pengurus kampus UNIPA untuk dilakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama anggota dewan yang membidangi pendidikan guna mendapat penjelasan secara maksimal.

Ia sangat menyayangkan biaya yang begitu mahal dalam proses wisuda ini sedangkan hanya bersifat online

“Saya boleh katakan bahwa pengelola keuangan perguruan tinggi Unìversitas Nusa Nipa Maumere sedang panen raya di masa pandemi ini,” tutupnya. (*)