Kasus Covid-19 Mulai Menurun, Tingkat Pengangguran Kabupaten Sleman Meningkat

Penulis: Gaga Sallo

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Dinnaker) Sleman Sutiasih ketika ditemui suryayogya.com di Kantor Bupati Sleman, Selasa 12/10/2021. Foto: Gaga Sallo

SLEMAN, SURYAYOGYA.COM – Bencana pandemi Covid-19 terus menggempur Indonesia hampir memasuki tahun kedua, persoalan terus bermunculan di masyarakat terkait virus yang berasal dari Wuhan, China ini. Hal yang sama juga dirasakan oleh Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

Diketahui sejak virus Covid-19 melanda Kabupaten Sleman, tingkat pengangguran mengalami kenaikan yang tinggi.

Baca juga: Menteri Sandiaga Uno Dukung Desa Langgeran Menjadi Desa UNWTO Go Internasional

Hal ini dikatakan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sleman, Sutiasih ketika ditemui suryayogya.com di Kantor Bupati Sleman, Selasa (12/10/2021).

Dijelaskan bahwa angka pengangguran mengalami kenaikan di Kabupaten Sleman yaitu menurut data dari BPS Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada tahun 2019 sebesar 3,98 % (27.508 orang) dan di tahun 2020 sebesar 5,09 % (35.843) terjadi kenaikan sebesar 1,11 % (8.335).

Lebih lanjut dikatakan bahwa hal utama yang membuat kenaikan tingkat pengangguran adalah banyak karyawan yang dirumahkan, karena ada perusahaan yang gulung tikar.

Baca juga: Basarnas Yogyakarta Temukan Bocah yang Tenggelam di Sungai Opak Dalam Kondisi Meninggal

“Ia, untuk perusahaan yang gulung tikar memang laporan di Disnaker, belum hanya laporan ke perizinan ada dan diketahui ada perusahaan yang gulung tikar,” ujarnya.

Namun ia berkeyakinan bahwa lambat laun sudah mulai bangkit dan diketahui ada perusahaan yang sudah mulai memanggil kembali karyawan yang dirumahkan. (*)