48 Juta Butir Obat Terlarang Dimusnahkan di Polda Yogyakarta dan Semarang

Penulis: Gaga Sallo

Bahan baku obat terlarang yang turut dimusnahkan.

YOGYAKARTA, SURYAYOGYA.COM – Kasus temuan dua pabrik obat terlarang di Yogyakarta yang sempat menggemparkan jagad raya beberapa waktu lalu kini terus berproses.

Diketahui jutaan butir pil jadi dan bahan baku menjadi barang bukti mega pabrik obat terlarang itu beroperasi di Yogyakarta.

Kini barang bukti tersebut dimusnahkan oleh Mabes Polri melalui Badan Reserse Kriminal Polri Direktorat Tindak Pidana Narkoba bertempat di Yogyakarta dan Semarang langsung dihadiri oleh Wakapolda DIY Brigjen Pol. R. Slamet Santoso, S.H., S.I.K.

Baca juga: Penggerebekan Kantor Pinjol Ilegal di Sleman, Ternyata Segini Gaji Karyawannya

Wadirtipidnarkoba Bareskrim Polri Kombes Pol Jayadi dalam sambutan sebelum pemusnahan obat terlarang di Polda DIY, Jumat (15/10/2021) menjelaskan bahwa saat ini Badan Reserse Kriminal Polri Direktorat Tindak Pidana Narkoba bekerja sama dengan Polda DIY dan Jawa Tengah memusnahkan kurang lebih 48.188.000 butir barang jadi obat terlarang dan 8.465 kg dalam bentuk bahan baku.

Semua barang bukti yang dimusnahkan ini berasal dari dua TKP yang digerebek kepolisian di wilayah hukum Yogyakarta beberapa waktu lalu.

Wakapolda DIY Brigjen Pol. R. Slamet Santoso, S.H., S.I.K terlihat sedang memegang obat terlarang untuk dimusnahkan melalui alat Bakar Incinerators. Foto: (Gaga Sallo)

Lebih lanjut dikatakan bahwa dari TKP tersebut Mabes Polri sudah menetapkan sebanyak 25 orang tersangka dalam kasus mega pabrik obat terlarang ini.

Dari 25 tersangka tersebut memiliki peran masing-masing, ada yang berperan sebagai aktor intelektual, ada yang berperan sebagai penyuplai bahan baku, ada yang berperan sebagai penanggung jawab pabrik dalam memproduksi obat ilegal, dan beberapa distributor.

Baca juga: Kantor Pinjaman Online Ilegal Di Yogyakarta Digerebek Polda Jabar, 83 Operator Debt Collector Diamankan

“Untuk diketahui bahwa pemusnahan barang bukti berupa obat terlarang dilakukan dua tempat yaitu di Yogyakarta dan Semarang, untuk di Yogyakarta dilakukan pemusnahan dengan menggunakan alat Bakar Incinerators hanya sebagai simbolis karena tidak memadai untuk ukuran jumlah banyak.

Sedangkan untuk pemusnahan di Semarang akan dilakukan secara keseluruhan karena memiliki fasilitas pengelolaan limbah yang memadai,” ujar Kombes Pol Jayadi. (*)