Penggerebekan Kantor Pinjol Ilegal di Sleman, Bupati: Mendukung Penuh, Agar Masyarakat Tidak Resah

Penulis: Gaga Sallo

Kantor Pinjaman Online ilegal yang digerebek oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Barat bersama Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda DIY pada Kamis (14/10/2021) yang berada di Jln Prof Dr Ir Herman Yohanis, Sagan Yogyakarta. Foto: Gaga Sallo

SLEMAN, SURYAYOGYA.COM – Bupati Sleman, Dra. Hj. Kustini Sri Purnomo mendukung upaya kepolisian dan instansi terkait untuk memberantas pinjaman online ilegal yang meresahkan masyarakat.

“Intinya saya mendukung upaya itu (penggerebekan). Supaya tidak ada korban dan masyarakat kita tidak resah,” ungkap Kustini saat dikonfirmasi, Jum’at (15/10/2021) siang.

Hal itu disampaikan Kustini usai adanya penggerebekan kantor operator pinjaman online (pinjol) ilegal di Sleman yang dilakukan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Barat bersama Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda DIY .

Baca juga: Penggerebekan Kantor Pinjol Ilegal di Sleman, Ternyata Segini Gaji Karyawannya

Dari hasil penggerebekan tersebut, ditemukan fakta bahwa kantor operator tersebut mengoperasikan 23 aplikasi yang semuanya tidak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Saya berharap atas kejadian itu (penggerebekan), masyarakat lebih cerdas dan hati-hati dalam melakukan pinjaman. Jangan gampang tergiur karena syarat yang mudah tetapi masih abu-abu,” jelas Kustini.

Kustini menuturkan, pinjol ilegal saat ini dimanfaatkan oleh beberapa pihak yang tidak bertanggungjawab sebagai modus penipuan. Menurutnya, maraknya kasus penipuan di tengah krisis ekonomi akibat dampak pandemi Covid-19 menjadi perhatian bersama.

“Yang pasti saya dapat informasi kalau bunganya itu mencekik dan bisa berpotensi penyalahgunaan data-data privasi yang seharusnya kita simpan, tapi malah disebar,” terang Kustini.

Baca juga:  48 Juta Butir Obat Terlarang Dimusnahkan di Polda Yogyakarta dan Semarang

Selain berpotensi menyalahgunakan data, Kustini juga menyebut pihak pinjol ilegal juga tak segan menggunakan teror yang membabi buta pada peminjam yang kedapatan telat membayar.

Dilanjutkan Kustini, pihaknya mengingatkan pada masyarakat Sleman agar lebih hati-hati utamanya dalam hal meminjam uang.