Seribu Botol Bom Ikan Siap Dirakit Dari Seratus Batang Detonator, Seorang Warga Maumere NTT Ditangkap Polisi

Penulis: Gaga Sallo

Tersangka N (27) yang merupakan warga asal Kabupaten Sikka saat diamankan Tim Intelair Subditgakkum ketika tertangkap membawa 100 batang detonator (bahan peledak) dalam kemasan satu kotak tanpa label.

NTT, SURYAYOGYA.COM – Seorang pemuda berinisial N harus mempertanggung jawabkan perbuatannya karena telah melakukan tindakan pidana menguasai, memiliki dan membawa bahan peledak.

Tersangka N (27) yang merupakan warga asal Kabupaten Sikka ini diamankan Tim Intelair Subditgakkum saat membawa 100 batang detonator (bahan peledak) dalam kemasan satu kotak tanpa label.

Hal ini dibenarkan oleh Kabidhumas Polda NTT, Kombes Pol Rishian Krisna B, S.H., S.I.K., M.H., saat dikonfirmasi, Kamis (21/10/2021).

Baca juga: 140 Ekor Trenggiling Dikuliti, Ditjen Gakkum KLHK Tangkap Pedagang Sisik Trenggiling

Kabidhumas Polda NTT menjelaskan bahwa penangkapan tersebut dilakukan saat Tim Intelair Subditgakkum menerima informasi dari masyarakat bahwa diduga orang/ pelaku yang membawa bahan peledak di sekitar jalan El Tari, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka pada Tanggal 3 Oktober 2021.

“Setelah mendapat informasi tersebut, Tim melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap pelaku “N” yang saat memiliki, menguasai dan membawa 100 (seratus) batang detonator (bahan peledak) dalam kemasan satu kotak tanpa label. Selanjutnya pelaku dibawa ke markas unit Polairud Sikka untuk dilakukan proses penyidikan  oleh penyidik Ditpolairud Polda NTT”, jelas Kabidhumas Polda NTT.

100 batang detonator (bahan peledak) dalam kemasan tanpa label.

Adapun barang bukti yang diamankan berupa 100 batang detonator, dua unit handphone, satu unit sepeda motor Yamaha 2PV beserta STNK-nya serta satu buah jaket Levis.

Baca juga: Anak Usia Dibawah 12 Tahun Boleh Masuk Lokasi Pariwisata di Sleman

Tersangka diduga melanggar Padal 1 ayat 1 Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang senjata api dan bahan peledak dengan ancaman hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara setinggi-tingginya 20 tahun.

“Tersangka N mengaku bahwa ia melakukan tindakan tersebut karena ingin mendapatkan keuntungan pribadi dengan menjual kepada para nelayan yang melakukan penangkapan ikan menggunakan bom ikan”, terangnya.

Saat ini berkas perkara tindak pidana telah diserahkan kepada pihak Jaksa penuntut umum di Kejati NTT (Tahap I).

Dalam perkara ini diketahui bahwa detonator tersebut merupakan detonator pabrikan asal India dengan level 8 High Explosive dengan harga jual per satu batang seharga Rp 200 ribu. Untuk 100 batang seharga Rp 20 juta.

Baca juga: Gelaran Event Sleman Temple Run Dilaksanakan 28 November 2021

Diketahui bahwa satu batang detonator dapat dibagi dan dapat memproduksi 10 botol bom rakitan siap pakai. Satu Detonator sebanyak 10 botol bom Ikan siap pakai kalau 100 detonator sebanyak 1.000 botol bom siap pakai.

Penangkapan detonator ini merupakan penangkapan kedua di tahun 2021 setelah penangkapan pertama yang terjadi di Desa Boru, Kabupaten Flotim.

“Akibat dari penjualan detonator tersebut dapat menimbulkan kerusakan lingkungan seperti ekosistem laut, biota laut, dan mikroorganisme lainnya. Dimana pelakunya menggunakan detonator tersebut untuk membuat bom ikan rakitan untuk melakukan penangkapan ikan”, pungkasnya. (*)