Sejak 1992, Dua Kelurahan Di Kabupaten Sleman Ini Terakhir Mendapatkan Program DBKS

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo dalam penyerahan papan nama secara simboli kepada masing – masing Lurah di Aula Lantai 3 Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Selasa (15/02/2022).
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo dalam penyerahan papan nama secara simboli kepada masing – masing Lurah di Aula Lantai 3 Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Selasa (15/02/2022).

YOGYAKARTA,SURYAYOGYA.COM– Pemerintah Kabupaten Sleman kembali mencanangkan pembinaan Desa Binaan Keluarga Sakinah (DBKS) bagi dua kelurahan yang terakhir dari program yang digalakkan dari tahun 1992 dan akan rencana berakhir di 2023.

Kali ini pembinaan DBKS tahun 2022 dilakukan bagi dua Kalurahan di Kapanewon Ngaglik yaitu Kalurahan Minomartani dan Kalurahan Sinduharjo.

Pencanangan tersebut dilakukan secara langsung oleh Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo yang ditandai penyerahan papan nama secara simboli kepada masing – masing Lurah di Aula Lantai 3 Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Selasa (15/02/2022).

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Sleman, Mustadi dalam laporannya menjelaskan DBKS dihadirkan untuk mewujudkan kehidupan beragama dalam keluarga, meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan dan keseimbangan ekonomi keluarga, sosial, budaya dan ahlak mulia.

Mustadi menuturkan program ini sudah dimulai dilaksanakan 1992. Dia menyebut dari data dan konfirmasi Kalurahan, sampai tahun 2022 ini masih terdapat dua Kalurahan yang belum tersentuh program DBKS, sehingga perlu dilanjutkan sampai selesai.

“Pencanangan pembinaan DBKS di dua Kalurahan ini merupakan yang terakhir, sehingga semua Kalurahan di Sleman telah dicanangkan (DBKS).” Jelasnya.

Sementara itu, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyampaikan apresiasinya terhadap program DBKS yang terus dilakukan di seluruh Kalurahan yang ada di Kabupaten Sleman.

Kustini menilai program DBKS ini merupakan sarana yang strategis untuk menggerakan masyarakat agar semakin meningkatkan pengetahuan dan wawasan mengenai arti penting pembinaan keluarga.

Mengingat keluarga menjadi titik awal pembentukan karakter serta kualitas seluruh anggota di dalamnya.

“Selama 30 tahun program DBKS ini, saya berharap seluruh kader DBKS harus dapat menjadi motivator dalam menggerakan masyarakat agar semakin meningkatkan pengetahuan dan wawasan mengenai arti penting pembinaan keluarga.” Katanya.

BACA:Covid-19 Meningkat, Sekolah-sekolah di Sleman Tetapkan 50 Persen Tatap Muka

BACA:Aplikasi Sakti, Koperasi Prima Artha Hadir di Kabupaten Sleman