Pembakaran Enam Rumah di LPKB Lombok Barat, GEMAYOMI dan 30 Aliansi Berikan Pernyataan Sikap

Penulis : Gaga Sallo

Foto: Ilustrasi pemadaman kebakaran
Foto: Ilustrasi pemadaman kebakaran

YOGYAKARTA,SURYAYOGYA.COM – Peristiwa pembakaran 6 rumah warga di kantor sekretariat Lembaga Pembinaan Keagamaan Buddha (LPKB) di Desa Mareje, Kecamatan Lembar, Lombok Barat pada hari Selasa, 3 Mei 2022 malam terus mendapat sorotan.

Gerakan Masyarakat Gotong Royong Melawan Intoleransi (GEMAYOMI) bersama beberapa aliansi lainnya terus memberikan pernyataan sikap atas peristiwa intoleransi tersebut.

Diketahui kasus yang berawal dari ketegangan di saat pawai malam takbiran, Minggu 1 Mei 2022 dan ketegangan susulan yang terjadi Selasa, 3 Mei 2022 mengakibatkan enam rumah hangus terbakar oleh sekelompok orang.

.Baca : Diprediksi Pemasukan Rp 1 Triliun dari Destinasi Pariwisata Saat Libur Lebaran di Kabupaten Sleman

Kepada suryayogya.com Muhammad Subkhi Ridho salah satu pengurus jaringan masyarakat pejuang keberagaman dan toleransi mengatakan bahwa kejadian ini menunjukkan betapa rapuhnya bangunan hidup bersama di tingkat akar rumput di negeri ini.

Peristiwa ini menyebabkan 164 orang mengungsi ke Polres Lombok Barat, 7 ke Polda NTB, dan 1086 yang lain mengamankan diri ke lahan perkebunan mereka masing-masing. Selain itu, 2 lumbung padi, 1 kios,10 unit sepeda motor, 1 unit kendaraan roda tiga, turut hancur.

Tragedi kerusuhan ini menambah kepada kita daftar panjang kekerasan berlatar perbedaan keyakinan di negeri ini, secara lebih khusus di daerah Lombok Barat, provinsi NTB.

Subkhi Ridho menuturkan bahwa fenomena kekerasan yang tak pernah tuntas ini menandakan adanya rekaman kebencian yang bekerja membentuk keretakan dan ketegangan antar masyarakat.

Rekaman kebencian yang sama seringkali terus diperkuat melalui peristiwa, kisah, dan narasi yang bekerja di akar rumput.

Peristiwa kekerasan juga menunjukkan lemahnya pemahaman rakyat atas nilai-nilai kolektif yang merekatkan rakyat Indonesia sebagai satu bangsa, Pancasila. Ironisnya, narasi kebencian juga menyediakan tanah yang subur bagi manipulasi kepentingan politik oleh sekelompok pihak tertentu.
Kekerasan di Mareje ini telah mendorong kami, jaringan masyarakat pejuang keberagaman dan toleransi

Atas peristiwa dan kejadian tersebut Gemayomi bersama aliansi lainnya menyatakan sikap berikut:

1. Menyatakan keprihatinan atas terjadinya kerusuhan tersebut dan turut bersolidaritas kepada para korban kekerasan dan mereka yang kehilangan harta benda maupun sebagian haknya dalam peristiwa tersebut.

2. Berterimakasih dan mengapresiasi setinggi-tingginya upaya aparat, pemerintah setempat, dan pihak-pihak lain yang sudah dengan cepat tanggap menangani peristiwa ini.

3. Mendesak kepada aparat untuk bertindak tegas kepada para pelaku kekerasan dan memberikan jaminan perlindungan rasa aman dan jaminan ketidakberulangan kasus kekerasan dalam bentuk apapun bagi para korban dan kelompok-kelompok rentan lain di kawasan tersebut.

4. Mendesak semua pihak untuk berusaha membangun situasi masyarakat menjadi lebih kondusif dan damai.

5. Mendorong kepada aparat untuk melakukan pengusutan dan penyelesaian tuntas kasus ini sampai kepada akar masalahnya termasuk tindakan hukum atas pelaku lapangan dan aktor intelektual di balik kekerasan tersebut.

6. Mendukung dan terus mendorong upaya Kementerian Sosial melalui dinas terkait untuk terus memberikan dukungan pemenuhan kebutuhan bagi para pengungsi dan korban kekerasan terkait.

7. Mendorong kepada para pemuka agama dan masyarakat agar secara serius berupaya memulihkan kembali ikatan sosial masyarakat dan membina semangat damai baik di dalam komunitas internal para penganut agamanya maupun antar sesama anak bangsa.

8. Mendesak kepada seluruh masyarakat agar di era media sosial ini, bersama-sama mencegah lahirnya spiral kekerasan dengan tidak menyebarluaskan pesan kebencian, ujaran kekerasan, dan informasi provokatif lainnya, dan agar hanya mengakses sumber-sumber berita yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.

9. Mendesak kepada negara untuk membersihkan aparatur sipil negara, militer, dan pejabat negara lainnya dari paham dan ajaran-ajaran yang bertentangan dengan Pancasila.

Diketahui ada 31 aliansi yang memberikan tanggapan atas peristiwa intoleransi di Lombok Barat adalah:

1.Gerakan Masyarakat Gotong Royong
Melawan Intoleransi (GEMAYOMI)

2.DPW Masyarakat Indonesia Maju (DPW MIM DIY)

3.DPP Kejayaan Nusa Antara Cerdas (KNC)

4.Solidaritas Merah Putih(SOLMET)

5.Damai Nusantaraku (Dantara)

6.BSM Central Kota

7.Tentara Langit Familia

8.Gerakan Anti Korupsi Independen (GAKI) Provinsi Jawa Barat

9.BAMAG LKKI Provinsi Jawa Barat

10.BKSG LK Kota Cimahi

11.Ikatan Sarjana Katolik (ISKA) DPD DIY

12.Save Jakarta

13.Perempuan Nusantara

14.DPD Pewarna Indonesia Yogyakarta

15.Kebaya Metal

16.Forum Relawan Demokrasi (FOREDER)

17.Barisan Nasionalis Pancasila (BNP)

18.Komando Pejuang Merah Putih MaDa DIY

19.Komunitas Pejuang Indonesia Joyo (DPP

20.KOPIJO DIY)

21.Malang Raya Untuk Indonesia Raya (Marindo)

22.Komunitas Bela Indonesia

23.Pemuda Katolik Komisariat Daerah DIY

24.FMKI Nasional

25.Makowil Patrot Garuda

26.Nusantara Jawa Timur

27.DPP LSM Galaksi Indonesia

28.Bandung Bersinergi

29.Barisan Masyarakat Anti Kekerasan (BASKARA)

30.Garda Banteng Nasionalis (GANAS)
Pelita (perempuan Lintas Iman Nusantara)

31.Gus Durian Lombok. (*)

 

Editor : Sudianto Pane